FF Narnia - Menunggu Cinta
*Edmund*
Edmund Pevensie adalah anak ketiga dari 4 saudara Pevensie , ia biasa dipanggil Ed . Ia adalah pelajar kelas 2 SMA disalah satu sekolah di London . Ed sangatlah terkenal disekolahnya , karena berbagai prestasi yang diraihnya . Suatu hari ia bertemu dengan siswi disekolahnya . Gadis yang tidak terlalu cantik yang tidak terlalu suka dengan keberadaan Ed katika ia berpapasan dengan lelaki itu . Saat itu Ed tidak sengaja menabraknya karena Ed terburu-buru karena terlambat masuk kelasnya . Tersungkurlah gadis itu dikaki Ed , lalu Ed menggulurkan tangannya untuk menolong gadis itu , namun ia menolaknya . Ed bingung , lalu berfikir , apakah gadis ini tidak mengenalku? Pikiran itu terbesit diotak Ed dan sambil melihat gadis itu bangun . Lalu Ed bertanya kepadanya “Hey , apakah kau tidak mengenalku?” . Gadis itu pergi dengan wajah takut , dan meninggalkan Ed dengan sebuah pertanyaan yang tidak dijawabnya .
Setelah jam pelajaran selesai dan saatnya pulang , Ed bercerita dengan temannya tentang peristiwa yang dialaminya tadi . Salah satu temannya yang bernama Albert merespon “Siapa gadis itu? Sombong sekali dia menolak pertolongan dan meninggalkan orang yang paling terkenal disekolah ini tanpa permisi?” . Ed mengangkat bahu dan sambil membingungkan hal itu didalam pikirannya . Bosan dengan membahas peristiwa yang tidak penting itu , Ed lalu meninggalkan teman-temannya . Ia pergi kelapangan basket sekolah untuk menghilangkan sedikit pikiran yang mengganggu . Belum sampai dilapangan , Ed berpapasan dengan gadis aneh itu lagi . Ed melirik gadis aneh itu saat mereka terdiam dikoridor sekolah , Prida dengan wajah takut karena bertemu Ed langsung pergi meninggalkan Ed . Ed lalu bertanya-tanya kepada hatinya”Kenapa gadis itu seakan takut melihaku? Apa salahku?” . Tanpa pikir panjang , Ed mengejar gadis itu dengan cepat ia berjalan . Ed kehilangan jejak gadis itu dengan wajah bingung dan lelah . Akhirnya ia pun tidak jadi bermain basket dan langsung pergi pulang .
Sampai dirumah , ia melihat Pete yang sedang asik bermain PSP . Ed lalu mendatangi Pete sambil bertanya
“Apakah aku memiliki kesalahan selama ini? Pete , apakah kau memiliki alas an yang tepat akan hal ini?”
Pete lalu menjawab dengan bercanda “Hey , Ed , kau banyak salah dengan ku . Pertama kau memakan sambal goreng jengkol ku dan kedua kau menghancurkan acara kencanku bersama wanita yang ku kagumi selama ini!”
Ed menjawab dengan kesalnya “Aku serius Pete , tolonglah .. jangan bercanda” ,
Pete menjawab “Haha , aku pun serius Ed . Hmm , memangnya ada apa kau bertanya kepadaku seperti itu?”
Ed pergi kedapur sambil mengatakan “Tidak apa-apa , namun ada sesuatu yang aneh padaku hari ini .”
“Aneh? Apa maksudmu?”
“Aku juga tidak tau” mengangkat bahu “Namun , tadi pagi saat aku pergi kekelas , aku bertemu dengan sesosok gadis .”
“Lalu apa hubungannya dengan gadis itu?” Pete mengangkat alisnya
“Saat aku melihat gadis itu menatap ku , ia terlihat takut dan wajahnya langsung pucat . Maka dari itulah aku bingung , menurutku , selama ini aku tidak pernah melakukan kesalahan kepada seseorang”
“Apakah kau tidak mencoba untuk bertanya kepadanya?”
“Bahkan saat aku bertanya ia langsung pergi meninggalkanku”
“Aneh .. dan sangat misterius”
“Begitulah , sudahlah .. tidak usah dipikirkan , tidak ada gunanya”
*Prida*
Kenapa ?? Argh , karenanya aku tidak dapat berpikir sehat! Aku memang menyukainya sejak SMP dulu , tapi kenapa tadi harus berpapasan? Aku sudah tidak ingin menyukainya lagi , tapi kenapa ia muncul kembali ke pikiranku?? Ohh God !!
Kejadian tadi pagi membuat Prida uring-uringan . Diambilnya buku diary yang selama ini menjadi curahan hatinya , diceritakannyalah kejadian tersebut . Dengan suasana hati yang tidak menentu , membuatnya sakit dikepalanya kumat lagi . Prida telah sakit lama , dulu semasa kecil ia pernah mengalami kecelakaan hebat . Kecelakaan kereta yang menghilangkan nyawa banyak orang , untungnya Prida dan keluarganya selamat . Kedua orang tua dan saudaranya hanya mengalami luka kecil , namun tidak dengan Prida . Ia menderita geger otak yang sampai sekarang masih dideritanya . Setiap sesuatu yang dipikirkannya terlalu berat , kepalanya langsung pusing dan dia akan langsung jatuh pingsan . Dan pengalaman terburuknya adalah , ia pernah koma pada saat umur 12 tahun , satu minggu tidak sadarkan diri dikarenakan ia tertabrak mobil pada saat mengendarai sepeda .
Hidup Prida tidaklah mewah , namun cukup mampu untuk hidup di London . Dia dan keluarganya tidak terkenal seperti keluarga Pevensie . Prida hanyalah anak dari pengusaha kecil-kecilan , ibunya hanya ibu rumah tangga , dia memiliki 3 orang kakak dan ia adlah anak terakhir .
Sewaktu SMP , Prida dan Ed sekolah di tempat yang sama , begitu pula saat mereka SMA . Namun saat SMP , Ed tidaklah terkenal seperti sekarang karena dulu dia lebih memilih meningkatkan prestasi . Prida menyukai Ed karena keramahan , kepandaian dan kekreativitasannya . Tapi Ed tidak pernah menyaadari keberadaan Prida yang selalu melihatnya dari jauh . Prida sangatlah pendiam dan tidak terlalu suka dengan banyak orang ketika dilingkungan sekitarnya .
Diary miliknya sangatlah penting baginya , karena disanalah semua isi hatinya dilampiaskan . Berbagai peristiwa dan puisi yang ditulisnya . Pada suatu malam , ia pernah menuliskan cerita di diarynya , seperti ini :
“Tuhan , bodohkah diriku yang mencintai dirinya? Aku tau kami sangatlah berbeda , namun Kau tau apa isi hati ini .. Tuhan ..salahkah aku menyayanginya? Aku tak berharap banyak, yang ku inginkan hanyalah ketulusan hatinya ..Tuhan .. jangan biarkan aku untuk selalu berharap cinta yang hampa .. aku tak ingin menjadi seseorang yang ditakdirkan untuk selalu berharap .. Setiap hari cinta ini seakan menusuk diriku , yang seakan membunuhku , yang selamanya menjadi khayalku . Aku ingin memilikinya namun aku tau itu tidaklah selamanya ..Tuhan .. inilah permintaan terkhirku sebelum Kau menjemput diriku ….”
Prida sangat menyadari bahwa hidupnya tidak akan lama , dan ia tau bahwa hidupnya tidak akan bahagia . Namun keluarganya telah mencoba meyakinkannya bahwa hidupnya akan bertahan sampai diusia senja , tapi perasaannya berkata lain . Ia tidak mempercayai keluarganya yang telah membohongi dirinya sepanjang hidupnya . Bagaimana tidak? Sakit yang dideritanya setiap hari semakin parah dan membuatnya sering izin sakit disekolahnya ..
*Edmund*
Jam telah menunjukkan pukul 1.30 a.m , namun Ed tidak bisa tidur karena memikirkan perilaku gadis aneh itu terhadap dirinya . Ia terus memikirkan letak kesalahannya , tapi hal itu tidak dapat ditemukannya . Lalu Lucy yang masuk tiba-tiba kekamar Ed , membuat Ed terkaget dan membuyarkan lamunannya .
“Sedang apa kau malam-malam seperti ini masuk ke kamarku?” tanya Ed dengan sedikit kesal .
“Seharusnya aku yang bertanya kepadamu , mengapa kau melamun tidak jelas didepan balkon malam-malam begini? Dan aku masuk kekamarmu karena saat aku pergi ketoilet , aku melihat lampu dikamarmu menyala dan aku bermaksud untuk mematikannya . Lalu apa yang kau pikirkan?”
“Tidakkah seharusnya kau pergi tidur dan meninggalkan ku sendiri? Anak kecil tidak baik tidur malam-malam seperti ini.”
“Tapi kau belum menjawab pertanyaanku . Apa yang lamunkan?”
“Jika kau tidak pergi , aku akan melaporkanmu kepada ayah dan ibu karena kau tidur larut malam .”
“Hmm , kau selalu saja mengancamku . Baiklah . Selamat malam Ed.”
“Ok .”
_______________________
Pagi menjelang , Susan bangun paling awal seperti biasa . Ia membangunkan seluruh keluarganya sebelum ia mandi . Saat memasuki kamar Lucy , ia melihat Lucy dengan mata berkantung .
“Ada apa dengan dirimu Lue? Kau tidur larut malam?”
“Iya Sue , aku tidak bisa tidur tadi malam .”
“Kenapa? Apa kau memiliki masalah ?”
“Tidak , namun ada sesuatu yang mengganjal .”
“Apa itu?”
“Tidak , tidak apa-apa . Tidak terlalu penting”
Sesudah semua selesai sarapan dan mau berangkat sekolah , Ed memberi peringatan kepada Lucy “Jangan kau ceritakan tentang semalam , aku akan memberikan 2 lolipop favoritmu agar kau tidak buka mulut .” lalu Lucy menjawab “Ok , ku ingat janjimu .”
Sesampai disekolah , Ed berpapasan kembali bersama Prida . Dengan sengajaEd menabrak Prida dan membuat buku-buku yang mereka bawa berjatuhan . Dengan sigapnya , Prida langsung mengambil buku-bukunya . Ed lalu berkata “Hey gadis aneh , salam kenal .” akhirnya Prida pergi meninggalkan Ed yang sedang tersenyum ramah kepadanya . Rasa kesalpun timbul dihati Ed , dan mengambil buku-bukunya dengan kasar . Lalu dilihatnyalah sebuah diary , yang sepertinya diary milik gadis itu . Ternyata gadis aneh itu bernama “Prida” . Lalu Ed menyimpan diary itu didalam tasnya tanpa piker panjang .
*Prida*
Saat diperpustakaan , Prida mencari-cari diarynya yang hilang . Ia berpikir dengan kejadian yang dialaminya tadi . Ia langsung membereskan buku-bukunya , lalu pergi berlari meninggalkan perpustakaan dan datang menghampiri Ed . Dengan wajah kelelahan , ia berkata .
“Apa kau mengambil diary milikku?” dengan napas terengah-engah Prida berbicara .
“Tenang dulu .. sebaiknya kau duduk dulu dan mengobrol baik-baik denganku .” Ed mengatakan sambil bercanda .
“Tolonglah , diary milikku itu sangat penting . Ku harap kau tidak bercanda seperti ini .”
“Baiklah . to the point .. Aku tidak mengambil diary milikmu dan menngapa kau menuduhku?”
“Karena disaat kau menabrakku , buku-buku kita berjatuhan , dan pasti diary itu ada di dalam tumpukan bukumu . Dan tidak ada di tumpukkan bukuku .”
“Hey , baru kali ini kau berbicara banyak padaku , walau waktunya kurang tepat . haha .” timpal Ed sambil tertawa.
“Jangan tertawa , ini bukan hal lucu . Kembalikan diaryku .”
“Apa? Diary apa? Apakah orang sepertiku tipe orang pengambil diary?”
“Tapi aku yakin diaryku ada di padamu .”
“Namun tebakanmu meleset . Silahkan saja cari ditumpukan buku itu .”
Sambil Prida mencari , Ed menatap Prida , sambil berkata “Seberapa penting diary milikmu itu?”
“Sangat penting”
“Oh ya?”
“Tidak ada ? Bagaimana bisa ? Oh God !” sambil mengerang .
“Tidak ada bukan? Jadi , terima kasih atas mengobrak-abrik buku-bukuku .”
“Maaf .” sambil membereskan buku-buku milik Ed .
“Oh iya , siapa namamu?”
“Prida . Maaf atas kelancanganku , terima kasih.” Lalu Prida meninggalkan Ed .
___________________________
“Baikalah gadis aneh , aku akan mengejarmu sampai kau menjadi milikku ,” Ed berkata dalam hati .
*Edmund*
Dirumah , Ed masuk kekamarnya , lalu mengunci pintunya . Dibukanya tasnya , lalu diambilnya sebuah diary . Ia membaca dari awal .. Tanpa sadar , air mata Ed terjatuh karena membaca diary itu . Belum sampai habis , Ed menutup diary itu dan memasukkannya kembali kedalam tasnya . “Ternyata .. Tanpa ku sadari … Gadis yang selama ini … Dia … Tuhan , maafkan aku ..” dengan penuh penyesalan Ed sambil menyalahkan dirinya .
_____________________________
Keesokan harinya Ed menemui Prida , namun ia tak menemukan gadis itu . Ia telah mencoba mencari keseluruh sudut sekolah , tapi tak ada juga kelihatan gadis itu . Lalu ia pergi keruang guru dan mencari kelas gadis itu . Dapat ! Akhirnya ia pergi ke sebuah kelas yang terletak di lantai 3 disamping perpustakaan . Dengan napas tidak beraturan ia melihat kelas itu kosong tanpa ada satupun orang .
Ia pergi kekantor guru sambil bertanya tentang gadis yang bernama Prida . Salah seorang guru menjawab sambil menangis . Ed terdiam dan diary yang ia pegangpun terlepas dari tangannya dan jatuh . Dengan dihantui perasaan yang tidak beraturan entah kemana , ia mengambil diary itu lalu pergi dan langsung mengendarai mobil yang dibawanya . Dengan kecepatan yang cukup dibilang laju , ia sambil menangis didalam mobil dengan hati yang terasa nyeri seakan menusuknya .
Sampailah ia disebuah rumah yang cukup besar ukurannya , ia lihat banyak orang disana . Anak sekolahpun banyak berkumpul sambil menangis . Ed langsung berlari kearah rumah itu dan segera masuk kedalam rumah yang banyak orang itu .
Setelah ia masuk , dilihatnyalah gadis yang selama ini dibingungkannya terbaring lemah diatas tempat tidur dengan wajah pucat dengan tidak sadarkan diri dan tak bernapas .. Ia melangkahkan kakinya menghampiri gadis itu . Lalu menangis dihadapan gadis itu . Ed membisikkan kata-kata sambil menangis
“Hai , Prida .. Aku Edmund , lelaki yang selama ini kau sukai , lelaki yang selama ini kau sayangi , lelaki yang selama ini kau cintai dan lelaki yang selama ini tidak menyadari keberadaan dirimu .. Prida , kau sangat baik , walau pertemuan pertama kita tidaklah menyenangkan . Saat aku sering bertemu dirimu , perasaanku seakan-akan ingin terus bertemu dirimu .. Tidakkah kau menyadari bahwa aku menyukaimu? Ku mohon .. Sadarlah .. jangan tinggalkan ku sendiri bersama cintaku yang kosong .. Ketika kau sadar , aku akan mengisi hari-harimu dan aku tidak akan membiarkanmu berharap cinta hampa .. Tuhan .. sadarkan ia kembalikan dia kepadaku..”
Ed menangis sambil memegang erat tangan Prida .. namun takdir berkata lain , Prida telah pergi tapi Ed yakin bahwa cinta gadis itu akan selalu menemaninya selamanya ..
Comments
Post a Comment