10 Sahabat Chapter 1
Ellis , Prida dan Vhira adalah 3 remaja 15 tahun yang
berparas manis . Mereka telah bersahabat sejak mereka lahir , alias orang tua
mereka saling mengenal . Mereka tinggal di komplek yang sama , dan rumah yang
saling berdekatan sekaligus bersekolah di satu sekolah yang sama . Dari Nursery
School , Primary School sampai Secondary School , mereka selalu bersama .
Mareka tinggal di kota London . Rumah Prida berada dipertengahan diantara rumah
Ellis dan Vhira , rumah mereka bertiga memiliki Desain Interior yang berbeda
dari rumah lainnya . Ellis yang berdesain interior ala Italy , Prida yang
berdesain Jepang dan Vhira yang berdesain ala Spanyol . Dan mereka bertiga
sama-sama anak tunggal dikeluarga mereka . Setiap liburan , keluarga mereka
bertiga sering pergi ke Lake District
atau Devon . Kerena tidak memiliki kakak maupuun adik , Ellis , Prida dan Vhira
sering pergi bersama untuk pergi ke Hyde Park , London Eye atau pergi ke
Harrod’s untuk membeli pernak-pernik .
*About
Ellis
Ellis adalah keturunan warga Inggris dan Irlandia . Semua
keluarganya berkewaranegaraan Inggris , kecuali ayah dari ibunya yang
berkewarganegaraan Irlandia . Matanya yang berwarna hijau , membuatnya terlihat
sangat anggun . Ellis memiliki kreativitas yang sangat brilian , sehingga Prida
dan Vhira sering meminta bantuan kepadanya . Ayah Ellis memiliki perusahaan
pertambangan , perusahaan ayahnya sangat berpengaruh di Britania Raya . Ibunya
adalah seorang Chef terkenal di seluruh penjuru London . Walaupun Ellis
memiliki kehidupan yang bisa dibilang mewah , tidak membuatnya sombong akan hal
itu . Makanan favorit Ellis adalah Fish
and chips dan Cottage pie , ia
sering membeli fish and chips di
sebuah restoran kecil di pinggiran jalan Oxford . Keadaan rumah Ellis sangat
unik , yang di buat ala Italy . Desain itu sesuai keinginan ayahnya , dan Ellis
sangat menyukai itu . Dan kamar Ellis yang amat mewah , warna cat maupun
wallpaper yang dipakai terkesan seperti kamar kerajaan Italy dengan dipadukan
dengan warna ungu muda yang terlihat indah , begitu pula dengan seluruh
perabotan yang dimilikinya .
*About
Prida
Prida adalah
keturunan Skotlandia , Indonesia dan Inggris . Orang tua dari ayahnya adalah
warga Skotlandia . Dan ayah dari ibu Prida adalah kewarganegaraan Indonesia ,
namun karena menikah dengan ibu dari ibunya Prida , maka mereka menetap di
London . Dan ibu dari ibunya asli dari London . Prida memiliki mata biru yang
merupakan kekhasan dari warga Skotlandia . Prida memiliki logat bahasa yang
sangat kental dari Skotlandia , terkadang ia berbicara bahasa Indonesia kepada
ibunya . Ayah Prida adalah seorang Dirut Bank di London , dan ibunya yang
bekerja sebagai Fashion Designer . Makanan favorit Prida adalah Muffin dan Apple Pie , apalagi jika ibunya sendiri yang membuat . Berbeda
dengan Ellis , desian Interior rumah Prida sengaja dibuat seperti keadaan rumah
di Jepang , keinginan Interior Desainnya sengaja Prida yang memintanya , karena
ia sangat menyukai tokoh kartun Doraemon . Walaupun Doraemon adalah tokoh
kartun Jepang , namun Prida sangat menyukainya . Apalagi desain kamar Prida
yang dipenuhi oleh lautan biru . Cat dasar yang berwarna biru muda dan
wallpaper Doraemon , boneka-boneka yang penuh dengan wajah Doraemon sampai
seluruh perabotannya berunsur Doraemon .
*About
Vhira
Vhira adalah keturunan asli Inggris . Kedua orang tua
dari ayah maupun ibunya adalah asli dari inggris . Maka dari itu ia memliki
mata yang amat coklat menawan . Vhira memiliki suara yang amat merdu , sehingga
ia sering mengikuti acara-acara menyanyi di pertunjukkan , maupun di sekolahnya
. Setiap orang yang mendengar suaranya akan merasakan sebuah kedamaian . Bakat
menyanyinya adalah keturunan dari Ibunya yang seorang penyanyi yang terkenal di
seluruh dunia . Ayahnya yang bekerja sebagai pemilik perusahaan paling
berpengaruh di London , membuat ayahnya sering pulang larut . Makanan favorit
Vhira adalah Sausage and mash dan Cornish pasty . Tentang
desain rumah Vhira , ia memiliki desain yang sangat menarik . Dengan
warna-warna yang khas dari Spanyol , apalagi dengan warna kamarnya yang sama
seperti Prida , yaitu berwarna biru muda . Walau sama , tetapi perabotan dan
wallpapernya berbeda dengan Prida . Vhira memakai tokoh Smurf , tokoh kartun
yang amat di idolakannya .
***
Senin pagi di
musim dingin , Ellis , Prida dan Vhira di jemput oleh bus sekolah mereka . Bus
sekolah yang selalu mereka naiki , memiliki tempat duduk yang cocok dengan
jumlah mereka , 3 kursi . Dalam perjalanan mereka banyak bercerita , dari A
samapi Z . Mereka selalu tertawa selama perjalanan , membuat mereka tidak malu
dengan di sekeliling mereka karena murid di dalam bus pun sudah terbiasa .
Sampai disekolah , mereka bertiga turun bersama dan memasuki kelas bersama .
“Masih jam 7.00 , kita ke kantin sebentar yuk . Aku ingin
membeli lolipop agar tidak bosan selama pelajaran Mr.Boulevard .” celetuk Prida
“Tidak bisakah kau menghilangkan kebiasaan burukmu
memakan lolipop di sepanjang pelajaran ?” sahut Ellis untuk memberitahu
kebiasaan buruk Prida .
Lalu Vhira menyambung “Benar yang dikatakan sista Ellis .
Dari dulu kau selalu seperti itu Prida , kami ingin kau juga baik dimata guru
dan murid yang lain .
“Ohh , baiklah . Aku mencobanya .” dengan sedikit kesal ,
Prida langsung mengambil I-Pod dan earphone didalam tasnya , lalu memutar musik
dengan volume yang amat nyaring .
“Sudahlah , biarkan saja dia . Begitu lebih baik daripada
ia makan lolipop di pelajaran .” jawab Ellis sambil meyakinkan Vhira .
“Apakah kau tidak tahu bahayanya jika memutar musik di
volume yang amat tinggi ?” tanya Vhira dengan nada yang sedikit rendah .
“Aku tahu , tapi sudah sering kali pula kita
memberitahunya . Sudahlah , biarkan saja dia dari pada ia berbuat kacau seperti
semingggu yang lalu .” Ellis mencoba menenangkan Vhira .
“Hm , benar juga . Yasudahlah . Umm , sista , maukah kau
menemaniku pergi ke kelas sist Chin ? Aku ingin mengembalikan bukunya yang ku
pinjam kemarin .” Ajak Vhira kepada Ellis
“Baiklah . Yuk kita pergi . Tapi ..” sebelum Ellis
melanjutkan ceritanya , Prida datang dengan tiba-tiba .
“Kalian mau kemana ? Kenapa tidak mengajakku ? Apakah
kalian telah melupakanku ?” Tanya Prida dengan nada sedikit kecewa .
“Tidak sist . Kami tidak mungkin melupakanmu , tadi kau
sibuk mendengarkan musik dan kau sedang di hantui dengan emosi . Jadi kami
pikir , sebaiknya kau menenangkan dirimu untuk mendengarkan musik .” jawab
Ellis sambil tersenyum simpul .
“Yah , mungkin sikapku yang terlalu kekanak-kanakan .
Maaf yah sista-sista ku sayang” Prida langsung memeluk kedua sahabat
tercintanya itu .
Mencoba menenangkan , Vhira merespon “Sudah-sudah . Tidak
apa-apa , hanya masalah kecil saja bukan ?” kemudian terdiam sejenak .. “Umm , sist
Prid , bisakah kau lepaskan pelukanmu ini ? Kau bisa membuat tulang-tulang ku
keropos karena pelukanmu yang sangat erat .”
Sambil melepas pelukan , Prida menjawab “Oh , iya .
Hahaha , maaf sist Vhir dan sist Ellis . Aku terlalu bahagia sehingga membuat
pelukanku ikut erat juga .”
“It’s ok . Sebaiknya kita pergi sekarang” Vhira mengajak
kedua sahabatnya .
“Ups , tunggu dulu .” tahan Prida “Memangnya kita mau
kemana ?” tanyanya dengan wajah bingung .
“Oh my God !” Ellis menepuk jidatnya
“Kita mau mengembalikan buku Chintia yang ku pinjam
kemarin sist .” lanjut Vhira
“Baiklah .” angguk Prida “Yuk kita pergi , apalagi yang
kalian pikirkan ? Nanti Mr.Boulevard masuk dan kita terlambat . Kalian tahu kan
apa hukuman bila kita terlambat ?”
“OK” jawab Ellis dan Vhira bersamaan .
Comments
Post a Comment