10 Sahabat Chapter 6


“Guys , hang-out yuk pulang sekolah ini .” ajak Prida
“Boleh juga . Tetapi kemana ?” tanya Chintia
“Mall ?” usul Cynthia
“Aku bosan jika kita ke mall , bagaimana kalau ke cafe saja ?” tawar Ellis
“Cafe ? Kau tahu bukan di London banyak sekali terdapat cafe , kita pilih yang mana ?” tanya Prida
“Kau tidak melupakan cafe langganan kita bukan ?” tanya Vhira
“Oh my ! Sorry guys , kalian juga tidak melupakan pelupa stadium 4 ku , right ?” kata Prida mengetuk-ngetuk kepalanya
“Haha , itulah kebiasaanmu .” ejek Cynthia
“Huhh .” desah Prida
“Umm , Ratih , Regi , Rara , maukah kalian hang-out bersama kami sepulang sekolah nanti ?” tanya Ellis
“Jika kalian tidak keberatan , kami terima ajakan kalian . Hehe .” jawab Ratih
“Tentu tidak , kami mengajak artinya kami tidak keberatan .” kata Vhira tersenyum
“Terima kasih atas tawaran kalian . Tetapi kami canggung jalan bersama kalian . Kalian tahu kami baru saja berkenalan dengan kalian , tidak seharusnya kami berbuat berlebihan .” kata Rara merendah
“Berlebihan ? Tidak , kalian tenang saja . Kami semua tahu kalian adalah teman yang baik .” ucap Chintia
“Benarkah ? Oh , sekali lagi terima kasih banyak kawan .” kata Regi dengan bahagia
“Sama-sama .” jawab kelima sahabat bersamaan
‘teng .. tong .. teng .. tong..’
“Hey , bunyi bel masuk . Sebaiknya kita masuk sekarang .” kata Ellis
“See you soon guys .” Ellis , Prida , Vhira , Ratih dan Regi mengatakan bersamaan sambil melambaikan tangan mereka
“See ya .” jawab Chintia , Cynthia dan Rara
***
            Jam belajar sudah selesai , kini semua murid telah pulang . Namun tidak dengan Ellis , Prida , Vhira , Chintia , Cynthia , Ratih , Regi dan Rara , mereka masih didepan gerbang sekolah sedang asik mengobrol . Ditengah pembicaraan , ponsel Prida bunyi suara telpon . Ternyata yang menelpon adalah ibunya . Lalu Prida mengangkatnya
            “Halo bu ? Ada apa ?” tanya Prida
            “Kau dimana , Prida ? Jam 3 sore begini kau belum pulang saja .” tanya ibu Prida
            “Aku berencana pergi ke cafe bu . Tenang saja , aku tidak sendiri . Aku bersama Ellis dan Vhira . Ibu tidak perlu khawatir .” jawab Prida
            “Kau tidak berbohong ?” tanya ibunya lagi
            “Tidak buu .” jawab Prida
            “Baiklah , hati-hati di jalan ya sayang .”
            “Iya buu .”
            Setelah menutup telpon dari ibunya , Prida langsung menatap teman-teman disekelillingnya .
“Kau beruntung memiliki ibu yang khawatir denganmu .” kata Ratih
“Semua ibu juga akan khawatir dengan anak-anaknya bukan ?” tanya Prida
“Yup , kau benar .” jawab Ratih
“Sebaiknya kita pergi sekarang , semakin sore akan semakin mengantri nanti .” ucap Ellis
“Let’s go .” jawab yang lain
**
            Mereka melihat-lihat keadaan cafe yang dipenuhi oleh remaja yang baru pulang sekolah . Mata mereka mencari tempat yang kosong sesuai dengan jumlah mereka . Mereka tidak melihat satupun tempat kosong . Akhirnya mereka pergi kelantai dua , tempat di lantai dua tidak seperti lantai dasar . Disana memiliki tempat yang terbuka alias outdoor , dengan satu meja bulat yang dikelilingi banyak kursi dan diberi payung yang cukup besar agar salju tidak mengenai pengunjung secara langsung .
            Regi melihat satu tempat kosong didekat pagar cafe , tempat yang sangat strategis dan dengan jumlah kursi yang cukup untuk mereka . Merekapun langsung pergi ke meja itu . Meja yang mereka duduki berbeda dengan yang lain , bentuk persegi panjang dengan kursi yang saling berhadapan . Pemandangan yang terlihat dari tempat yang mereka dudukipun sangat indah , mereka melihat kota London yang jarang didatangi orang-orang , rumah yang terlihat renggang dan taman yang cukup kecil namun rapi dan hijau . Mereka tidak pernah melihat tempat itu . Walaupun Chintia , Cynthia , Ellis , Prida dan Vhira telah tinggal 15 tahun di London , tetapi mereka asing dengan taman tersebut .
            “Aku tidak pernah melihat ataupun berkunjung di tempat tersebut .” kata Chintia kepada teman-temannya
            “Begitupun dengan ku .” jawab Vhira
            “Aku juga .” yang di lanjut oleh Cynthia , Ellis dan Prida
            “Aneh .. kalian telah tinggal disini sejak lahir , tetapi tidak tahu tempat kecil tersebut .” ucap Rara bingung
            “Kedua orang tuaku tidak pernah mengajakku kesana . Lagipula disana bukanlah tempat yang cukup terkenal , bagaimana aku bisa tahu tempat itu ?!” jawab Prida
            “Sudahlah , nanti saja diperdebatkan , kita belum duduk .” terdengar suara Regi memecahkan perdebatan
            “Oh iya , aku lupa . Haha .” jawab Cynthia
            “Aku diujung dekat pagar ok .” kata Prida memberitahu teman-temannya
            “Aku duduk berhadapan dengan sist Prid .” Ellis melanjutkan
            “Aku duduk disamping Ellis saja .” Vhira mengambil tempat
            “Bolehkah aku duduk di sampingmu , Prida ?” tanya Ratih
            “Tidak masalah , silahkan saja .” jawab Prida dengan ramah
            “Aku duduk di samping Ratih saja .” ucap Regi
            “Aku disampingmu kawan .” kata Rara kepada Regi
            “Ok .” jawab Regi
            “Baiklah , kami disini saja .” jawab Chintia dan Cynthia
            “Aku didekat sist Vhir ya sist .” Chintia memberitahu Cynthia
            “Terserah kau saja sist .” jawab Cynthia
            “Pelayan !” panggil Cynthia
            “Ya , mau pesan apa ?” jawab pelayan itu
            “Aku Cappuchino .” kata Ellis kepada pelayan
            “Aku juga .” lanjut yang lain
            “Ok , Cappuchino 8 , lalu ?”
            “Aku Muffin .” jawab Prida
            “Aku Cottage Pie .” lanjut Ellis
            “Kalau aku Cornish Pasty .” lanjut Vhira
            “Aku Yorkshire Pudding .” lanjut Chintia
            “Aku Wensleydale .” lanjut Cynthia
            “Aku sama seperti Prida saja .” jawab Ratih
            “Mengapa kau tidak pesan yang lain ?” tanya Ellis
            “Kau tahu bukan aku baru saja pindah kemarin , jadi aku tidak tahu makanan apa saja yang enak di London .” jawab Ratih
            “Oh , gosh ! Sorry , baiklah , jadi apa yang ingin kalian bertiga pesan ?” tanya Ellis , lalu “Bagaimana jika Fish and chips saja ? Itu adalah makanan terenak diseluruh penjuru London menurutku .” jelas Ellis
            “Kedengarannya tidak buruk , ok , aku pesan itu saja .” jawab Regi
            “Aku juga sama .” lanjut Ratih dan Rara

Comments

Popular posts from this blog

FF Narnia - Menunggu Cinta

Hidup dan Mimpi #2