10 Sahabat Chapter 3


***
            “Hi ! Ratih , hi ! Regi . Perkenalkan , aku Vhira . Dan ini kedua sahabatku , Ellis dan Prida . Ku dengar kalian memiliki sahabat yang berbeda kelas dengan kalian . Apakah kalian bersahabat telah lama ?” tanya Vhira
            “Salam kenal Vhira , Ellis dan Prida .” ucap Ratih “Ya , kami adalah tiga sahabat seperti kalian . Tetapi sahabat kami yang satu lagi ada di kelas pojok .” lanjutnya
            “Hey , bukankah kelas yang mereka maksud itu kelas sist Chin dan sist Cyn ?” tanya Ellis kepada kedua sahabatnya itu
            “Benar juga ya .” Vhira dan Prida menganggukkan kepala mereka “Kelas pojok disana adalah kelas dua sahabatku yang lain . Jika tidak keberatan , maukah kalian pergi bersama kami kesana ?” tanya Vhira kepada Ratih dan Regi
            “Tidak masalah , kami senang memiliki teman baru seperti kalian yang berbaik hati untuk menemani kami .” ucap Regi “Bukankah begitu Ratih ? Kau tidak keberatan bukan bila kita pergi bersama mereka ?”
            “Yang dikatakan Regi benar . Kami sangat senang bila ada yang menemani kami .” jawab Ratih
            “Baiklah , yuk kita pergi .” ajak Ellis
            “Yuk” jawab Prida , Vhira , Ratih dan Regi bersamaan
*
Tidak lama kemudian mereka telah berada di depan kelas sii kembar ChinCyn . Terlihat murid baru disana . Ia duduk di sebelah Chintia , dan sedang bermain I-Pad-nya . Terlihat sibuk , namun tetap saja santai . Wajahnya terlihat cantik dan anggun dengan kerudung yang dipakainya . Saat Vhira memanggil Chintia dan Cynthia , ternyata murid baru itupun ikut menoleh .
            “Sebentar ya , Ra . Sahabat ku sedang memanggilku .” ucap Chintia kepada teman barunya
            “Iya , tidak masalah .” jawab murid baru itu
            Chintia dan Cynthia pergi menuju Prida , Ellis dan Vhira “Hi , guys .” sapa Cynthia “Siapa yang bersama kalian ini ?” tanyanya lanjut
            “Hi ! Mereka adalah murid baru di kelas kami . Perkenalkan yang berambut panjang ini bernama Ratih , dan yang berambut pendek adalah Regi .” Ellis memperkenalkan
            “Salam kenal Ratih , salam kenal Regi . Namaku Chintia dan ini saudara kembar tak sedarahku bernama Cynthia” sapa Chintia “Kalian pasti sahabat Rara bukan ?” tanyanya
            “Salam kenal kenal Chintia , salam kenal Cynthia .” jawab Regi dan Ratih “Ya , kami sahabat Rara . Kau mengenalnya ?” lanjutnya
            “Of course . Dia duduk di sebelahku .” jawab Chintia
            “Wow ! Ini kebetulan sekali .” celetuk Ellis dengan mata berbinar-binar
            “Apa yang kau maksud sist ?” tanya Chintia , Cynthia , Prida dan Vhira
            “Begini , Ratih dan Regi duduk tepat di belakang kita , dan Rara duduk di sebelah sist Chin . Maksudku adalah , kita semua sepertinya di takdirkan untuk bersahabat . Benar tidak ?” jawab Ellis
            “Sist , bukan berarti bila kita memiliki hal sama itu adalah takdir .” jawab Vhira
            “Rumus dari mana kau dapatkan itu ?” tanya Cynthia bingung
            “Oh Gosh ! Kalian tidak percaya ?” tanya Ellis
“Tapi kita dan mereka baru sama-sama kenal , kenalpun baru tadi . Bagaimana bisa kau menyimpulkan hal ini ?” balas Prida
“Tidak ada kebetulan , yang ada hanyalah takdir . Mungkin Tuhan telah mempertemukan kita untuk bersama bukan ?” tanya Ellis
“Tapi kau terlalu cepat untuk menyimpulkan semua ini sist .” ucap Cynthia
“Tidak . Mungkin yang dikatakan Ellis benar . Mengapa tidak kita coba saja persahabatan baru ini ?” Regi memberi saran
“Ada apa ini ribut-ribut ?” terdengar suara gadis yang bernama Rara itupun datang “Ahh , Ratih , Regi ! Aku rindu kalian .” sapanya
“Rara !!” panggil Ratih dan Regi
“Sudah-sudah .. Kalian ini seperti tidak pernah bertemu 100 tahun saja . Hehe , peace .” kata Vhira sambil bercanda
“Oh iya , ini Rara , sahabat kami . Dan Ra , ini teman baru kami di kelas .” Ratih memperkenalkan
“Hi ! Aku Ellis , dan ini kedua sahabat ku , Prida dan Vhira .” Ellis ikut memperkenalkan juga “Salam kenal Rara .” sapa Prida dan Vhira
“Salam kenal juga Ellis , Prida dan Vhira .” jawab Rara
“Nahh , begini kan seru .” Ellis tersenyum “Bagaimana jika kita pergi ke kantin bersama ?” usul Ellis
“Setuju !!” jawab ke-7 orang remaja itu

Comments

Popular posts from this blog

FF Narnia - Menunggu Cinta

Hidup dan Mimpi #2