10 Sahabat Chapter 2
*
Chintia
dan Cynthia adalah sahabat Ellis , Prida dan Vhira mulai dari Primary School ,
mereka sering bersama , sampai di Secondary mereka pun bersama . Chintia dan
Cynthia kebetulan selalu satu kelas sehingga mereka dekat , sampai di sebut
saudara kembar . Mereka berlima sangat akur , bila ada masalah selalu di
selesaikan dengan cepat . Sebenarnya mereka bertujuh , tetapi yang dua lagi ,
Reny dan Marta mengikuti pertukaran pelajar antar negara selama 3 bulan . Reny
di Australia , dan Marta di Amerika . Mereka berdua telah menjalani 2 bulan 3
minggu disana , dan kabarnya mereka sebentar lagi akan kembali ke London .
***
Terlihat banyak murid yang duduk bersantai di kursi
panjang depan kelas Chintia . Mereka saling bercerita dan bercanda tawa dengan
teman mereka masing-masing . Ketiga sahabat PridLisVhir kemudian masuk kekelas
Chintia . Terlihat disana Chintia sedang mengobrol dengan Cynthia .
“Hey , Chintia , Hey Cynthia .” sapa Vhira sambil
melambaikan tangan dari depan kelas .
“Hey , Vhira , Ellis dan Prida .” sahut Chintia dan
Cynthia .
“Ada acara apa nih kalian kesini ? Apakah kalian rindu
kepadaku atau rindu dengan saudara kembarku yang tak sedarah ini ?” ejek
Cynthia sambil tertawa
“Bukan sist , sist Vhira ingin mengembalikan buku milikku
yang dipinjamnya kemarin .” jawab Chintia
“Oh , hahaha , ku kira mereka rindu padaku .” ucap
Cynthia sambil tertawa
“Hmm , aneh-aneh saja kau ini .” jawab Chintia
“Ini bukumu , terima kasih ya .” Vhira sambil memberikan
buku Chintia
“Iya , sama-sama .” jawab Chintia , lalu “Apakah kalian
tahu akan ada tiga murid baru yang akan menempati sekolah kita ini ?”
tanya Chintia
“Tidak .” jawab keempat sahabatnya itu “Memangnya siapa
mereka ? Kau mengenalnya ?” tanya Ellis
“Aku tidak mengenal mereka . Tetapi ku dengar kabar ,
mereka pindahan dari Jerman dan mereka bertiga juga bersahabat .” jawab Chintia
“Oh ya ? Benarkah ?” tanya Prida
“Ya . Menurut berita yang ku dengar seperti itu .” jawab
Chintia lagi
“Wah , sepertinya menarik . Murid baru di sekolah kita adalah
orang asing , dan mereka adalah sahabat . Sama seperti kita . Apabila mereka di
sekolah ini , maukah kalian berteman dengan mereka ?” tanya Vhira
“Tergantung bagaimana mereka nantinya .” jawab Prida
“Kalau aku , mau saja . Tapi bagaimana dengan merekanya ?
Apakah mereka mau bersahabat dengan kita ?” tanya Cynthia
“Benar yang dikatakan Prida dan Cynthia . Kita tidak tahu
bagaimana mereka , dan lagipula Vhir , untuk apa kau pikirkan hal itu ? Tidak
begitu penting bukan bila kita memikirkan hal yang seperti itu ?” tanya Chintia
“Hm , benar juga . Baiklah , lupakan saja tentang itu .”
jawab Vhira , lalu ia melihat jam tangannya “Sebentar lagi jam masuk .
Sebaiknya kita masuk sekarang yuk sist .” ajak Vhira kepada Ellis dan Prida
“Yuk .” jawab Ellis dan Prida
“Nah , sist Chin dan sist Cyn , kami pergi dulu ya .
Sampai bertemu jam istirahat nanti .” ucap Vhira
“Ok , bye .” jawab Chintia dan Cynthia
***
Dalam perjalanan , Ellis , Prida dan Vhira tidak sengaja
bertemu Mr.Boulevard . Ketiga sahabat itupun langsung lari kekelas mereka agar
tidak terlihat Mr.Boulevard karena mereka masih berkeliaran ketika bel sudah
berbunyi .
“Ayo cepat , aku takut kita akan di hukum untuk yang
ketiga kalinya oleh Mr.Boulevard .” kata Ellis
Tidak lama kemudian mereka sampai di kelas , mereka
beruntung dapat masuk tepat waktu . Tetapi ketika mereka masuk , ada perubahan
yang terjadi . Mereka melihat sosok orang yang asing bagi mereka . Yah , sosok
itu adalah murid baru dikelas mereka . Ada dua murid baru yang tampak seperti
bukan wajah kewarganegaraan Inggris .
Mr.Boulevard pun masuk ke kelas . Ia melihat kedua anak
baru itu , lalu meminta mereka maju ke depan untuk memperkenalkan diri mereka
masing-masing . Kedua gadis itu maju dan memperkenalkan diri mereka .
“Selamat pagi ! Perkenalkan , nama saya Ratih . Saya
pindahan dari Berlin .” sapa gadis yang bernama Ratih itu
“Perkenalkan , saya Regi . Pindahan dari Berlin juga .”
sapa gadis yang satu lagi bernama Regi
“Any questions ?” tanya Ratih
“Mengapa kalian pindah ? Bukankah pendidikan di Jerman
lebih bagus ?” tanya Prida
“Kebetulan orang tua kami bersahabat , jadi mereka
berencana membuka perusahaan di London bersama .” jawab Regi
“Mengapa harus di London ? Apakah Berlin tidak bisa ?”
tanya Prida lagi
“Bisakah kau hentikan pertanyaan tidak pentingmu itu sist
?” tanya Ellis dan Vhira
“Oh , it’s ok , dia hanya bertanya bukan ? Baiklah ..
orang tua kami sudah memiliki cabang-cabang perusahaan mereka di setiap negara
termasuk Berlin tidak untuk di London . Tetapi ayahku bilang bahwa kebetulan ia
ingin sekali membuka cabang di London sekaligus tinggal disini . Dan usul dari
ayahku disetujui oleh ayah Regi dan Rara , so akhirnya kami pindah kesini .”
jelas Ratih
“Ooo , begitu .. Ok , pertanyaanku cukup sampai disini . Terima
kasih karena sudah menjawab .” kata Prida sambil tersenyum
“Sama-sama . Ada yang lain ?” tanya Ratih kepada semua
murid
“Not yet!” jawab murid-murid.
“Baiklah Ratih , Regi , terima kasih atas perkenalannya
silahkan kembali ketempat duduk kalian . Nice to meet you .” ucap Mr.Boulevard
“Baiklah students , kalian bisa berkenalan lebih lanjut dengan teman baru
kalian setelah pelajaran saya .” lanjutnya
Comments
Post a Comment