10 Sahabat Chapter 11


**
            Tidak lama kemudian mereka sampai ditaman asing yang mereka lihat dari cafe langganan mereka . Taman yang kecil , tidak banyak orang namun tertata rapi dengan pohon-pohon pinus yang tumbuh dipinggiran taman . Salju-salju yang berjatuhan menambah keindahan taman itu . Terdapat 7 buah kursi panjang yang membentuk lingkaran mengelilingi taman . Terlihat beberapa keluarga kecil yang hanya terdiri ayah , ibu dan satu orang anak .
            “Sepertinya taman ini akan menjadi taman favoritku .” ucap Ellis sambil melihat sekeliling taman
            “Aku menyukai taman ini ..” kata Ratih
            “Bagaimana jika kita kesana ?” usul Regi sambil menunjuk kearah sebuah tumpukan batu
            “Ide bagus . Yuk kita kesana .” jawab Vhira
            Mereka sampai ditumpukkan batu yang tadi ditunjuk oleh Regi . Hanya tumpukan biasa , namun unik dimata para gadis itu . Tumpukan batu yang telah terkikis oleh hujan . Mereka mencoba sekali berpose disana . Difoto tersebut viewnya sangat indah , beberapa kali berfoto disana sampai waktu menjelang sore . Tepat pada jam 5.30 p.m akhirnya mereka pulang .
**
            Ellis dan Vhira mengunjungi rumah Prida untuk melihat bagaimana keadaan Prida . Tidak lama membunyikan bel 2 kali , pintu dibuka oleh Prida .
            “Hi ! Sist !” sapa Ellis dan Vhira
            “Fiuh , kalian ini membuatku kaget saja .” kata Prida
            “Kaget ? Haha .. hmm , bagaimana keadaanmu ?” tanya Vhira
            “Sedikit lebih baik dari yang disekolah tadi .” jawab Prida
            “Itu bagus . Apakah kau sibuk malam ini ? Kami berdua ingin kau pergi bersama kami .” tanya Ellis
            “Sibuk ? Em , eh.. Iya ..” jawab Prida singkat
            “Tidak biasanya kau sibuk .” ucap Ellis
            “He..em , aku..” Prida terdiam sejenak dan “Besok malam aku kosong .” jawab Prida
            “Baiklah , besok saja . Get well soon . See you tomorrow .” kata Vhira sambil melambaikan tangan
            “Bye sist .” lanjut Ellis
            “OK .” jawab Prida
            “Kau merasa ada yang aneh ?” tanya Ellis kepada Vhira saat meninggalkan rumah Prida
            “Aneh ? Prida maksudmu ?” tanya Vhira balik
            “Yupp . Kau merasa ada yang disembunyikannya ?”
            “Iya , aku merasa seperti itu . Dia seperti canggung melihat kita .”
            “Kau benar . Aku jadi curiga ..?!”
**
            Jam menunjukkan pukul 7.30 p.m , Prida sudah siap-siap pergi makan malam bersama Logan . Mantel doraemon , celana jeans , boots biru , topi biru dan tas selempang berwarna biru sudah siap dikenakan Prida . Rambutnya yang panjang dibiarkannya tergerai . Beberapa kali ia berkaca didepan kaca kamarnya , melihat apakah ada yang kurang darinya . Dia tampak seperti orang gila yang selalu tersenyum didepan kaca , bodoh bukan ? Haha :D
            Ponsel Prida bergetar , dan ada pesan masuk dari Logan . Prida segera membacanya ‘Aku sudah menunggumu diluar . Sebaiknya kau cepat keluar.’
            ‘Baiklah.’ Jawab prida singkat
            Prida dengan tergesa-gesa menuruni anak tangga dan hampir saja ia terpeleset . Prida terlebih dahulu berpamitan kepada orang tuanya untuk pergi keluar bersama temannya . Kedua orang tuanya hanya menganggukan kepala mereka yang menandakan mengijinkan Prida . Ia membuka pintu rumahnya dan menutup kembali . Prida berusaha jalan dengan santai agar tidak canggung didepan Logan .
            “Lama sekali .” kata Logan kepada Prida
            “Aku harus pamit terlebih dahulu kepada orang tuaku .” jawab Prida
            “Oh .. cepat masuk .” pinta Logan kepada Prida untuk memasuki mobilnya
            “Ok .” jawab Prida
            Dalam perjalanan , Logan bertanya kepada Prida “Mengapa kau menggunakan pakaian seperti itu ?”
            “Ada yang salah ? Hanya makan malam biasa saja , bukan ? Tidak ada salahnya jika aku mengenakan pakaian seperti ini .”
            “Bodoh .. Aku mengajakmu Candelight Dinner , kau tahu !”
            “Aku tidak tahu jika kau mengajakku dinner seperti itu . Lagi pula kau hanya mengatakan bahwa kita akan makan malam dan tidak ada keterangan apappun .”
            “Baiklah , itu adalah kesalahan pertamaku .”
            “Baguslah jika kau menyadarinya .”
            “Bagaimana jika kita berhenti dibutik untuk membeli gaun ?”
            “Yang benar saja ? Aku tidak suka menggunakan dress , kau tahu .”
            “Jadi kau akan menggunakan baju aneh ini dimakan malam romantis kita ?”
            “Ya ! Aku tidak ingin terganggu oleh baju-baju yang kurang bahan seperti itu !”
            “Dasar gadis aneh ! Terserah kau saja .”

Comments

Popular posts from this blog

FF Narnia - Menunggu Cinta

Hidup dan Mimpi #2