10 Sahabat Chapter 8
“Mengapa mereka terlihat sinis kepada kita ?” tanya Rara
“Entahlah , mungkin saja mereka iri .” jelas Chintia
“Iri dalam hal apa ?” tanya Ratih
“Iri karena kita lebih tennar di banding mereka .” jawab
Prida
“Bukankah mereka tennar juga ?” tanya Rara lagi
“Mereka memang tennar , tennar dalam hal berbuat masalah
.” jawab Ellis
“Benarkah ? Tetapi wajah mereka tidak menggambarkan bahwa
mereka nakal .” kata Regi
“Jangan tertipu oleh wajah mereka yang tampan . Mereka
selalu bertingkah seperti penguasa di sekolah ini , kau tahu .” jawab Cynthia
“Apakah mereka kaya ?” tanya Ratih
“Sepertinya begitu . Lihat saja barang-barang yang selalu
mereka pakai , rata-rata merk terkenal . T-shirt saja bisa seharga kau membeli
Iphone .” jawab Prida sambil menggeleng-gelengkan kepalanya
“Kau tahu dari mana tentang merk baju yang mereka pakai
?” tanya Regi
“Ayahku selalu membeli baju yang bermerk sama seeperti
mereka , maka dari itu aku tahu apa saja yang mereka gunakan . Ayahku kan
gahool getoh .” jawab Prida dengan kalimat terakhir yang menggunakan bahasa
Indonesia
“Ohh , begitu . Hm , berarti mereka setara seperti kalian
?” tanya Ratih “Lalu , apa yang kau maksud dengan ‘ayahku kan gahoel getou’ ?”
tanya Ratih lagi dengan ucapan yang tidak sempurna
“Yupp , sayangnya mereka terkenal nakal . ckck . Oh iya ,
bila Prida mengatakan bahasa yang aneh itu , jangan kau hiraukan dia . Dia
memang sedikit gila .” jawab Cynthia sambil tertawa
“Ok , kami mengerti sekarang .” angguk Ratih “Baiklah .
haha .” lanjutnya
Merekapun duduk di kursi yang di tempati Ellis , Prida ,
Ratih , Regi dan Vhira . Mereka mengobrol-ngobrol sambil menunggu bel masuk
berbunyi . Tanpa disadari , ternyata mata Prida mengarah ke sosok lelaki yang
menjadi ‘New Enemy’ dia dan teman-temannya . Prida melihat lelaki itu sedang
sibuk dengan tugas dari Mrs.Vernon , sedangkan teman-temannya sibuk dengan
obrolan mereka sambil tertawa . Entah mengapa , jantung Prida seperti berdegup
kencang ketika lelaki itu menatap balik Prida lalu ia fokus kembali terhadap
tugasnya .
“Ada apa denganmu sist ?” tanya Ellis
Prida tidak merespon sama sekali pertanyaan dari Ellis .
Mata selalu tertuju kepada lelaki itu . Lelaki tampan yang terlihat dingin
sedang mengerjakan tugasnya . Sesekali Ellis melambaikan tangannya didepan mata
Pridaa , tetapi tidak juga Prida sadar . Ellis langsung memberitahu
teman-temannya sambil berbisik “Hey , coba kalian lihat ! Prida sedang menatap
salah satu dari mereka !” kata Ellis sambil menunjuk
“Apa kau sudah menyadarkannya ?” tanya Vhira
“Jangan sampai ia jatuh cinta terhadap salah satu dari
mereka !” kata Chintia was-was
“Benar yang dikatakan saudara kembarku , jangan sampai
hall itu terjadi !” lanjut Cynthia
“Memangnya kenapa ? Ada yang salah ? Bukankah cinta itu
datang dengan sendirinya ? Kita juga tidak bisa memaksakan perasaan orang lain
bukan ?” jelas Ratih
“Yang kau katakan memang benar , tetapi kau tahu bukan
siapa mereka !” jawab Ellis
“Lupakan saja ! Sadarkan Prida !” ucap Vhira
“Prida ! Kau tidak apa-apa ? Hey !” kata Ellis sambil
menggerakan tubuh Prida
“Ha ? Ya ? Kenapa ? Maap-maap .” jawab Prida menggunakan
bahasa Indonesia
“What do you mean ? Kau terlihat melamun menatap salah
satu dari mereka , kau tahu ! Aku tellah memanggilmu beberapa kali namun kau
tetap tidak meresponku .” jelas Ellis “Jangan bilang jika kau menyukai salah
satu dari mereka ?” tanya Ellis dengan mata membulat
“Ah , oh , maaf sist .. Aku.. em.. aku hanya.. tidak !
Izinkan aku ke toilet sebentar .” jawab Prida lalu langsung pergi ke toilet .
“Lihat perilakunya yang aneh itu . Ku rasa ia telah
terhipnotis oleh Logan ...” kata Ellis
Comments
Post a Comment